Wanita kelahiran sebuah kota setengah besar di bagian barat daya jawa timur ini menghabiskan hampir setengah umurnya di pulau sumatera. Tak ayal hal ini membuatnya bimbang bila ditanya “orang mana lu??”, dia dengan lugasnya pasti menjawab “Orang sumatera!!” dengan keras dan “orang jawa” dengan suara yang nyaris tak terdengar. Bukannya plin-plan, bisa dibilang dia memang penganut paham “abstain” dan pepatah “abu-abu lebih baik daripada hitam atau putih”, biar lebih milenium saja katanya. Selain berprofesi sebagai tukang bikin kentang goreng, wanita cantik ini juga menekuni bidang pelayaran sebagai profesi keduanya, dengan spesialisasi berlayar ke pulau kapuk ditemani acai beri dan genangan pulau raksasa, tidur yang cukup membuat awet muda dan proses detoxifikasi lebih maksimal,, begitu pendapatnya begitu ditanya soal profesi keduanya tersebut. Sebagai anak ketiga dari ketiga bersaudara bukan berarti dia tipe anak manja, egois, hedonis, komunis, dan -nis nis lainnya. Dia hanyalah seorang anak rumahan yang cinta rumah dan hobi ngendon di rumah, home sweet home tepatnya. Walaupun berwajah sangar bukan berarti hatinya sesangar wajahnya, dia bisa dibilang sedikit berhati rinto. Rinto oooh rinto..
Oh iya, dia juga sangat menyukai chris martin,, berharap waktu bisa diputar ulang dan dia yang menjadi istrinya chris martin, bukannya gwyneth paltrow,, dan satu hal, lagu fix you akan menjadi lagu yang tidak akan pernah mati buatnya. Hehehe..
Yuuk aah mariiii..